Catat bahan yang benar-benar diterima outlet. Sumber Beli menambah stok dan memperbarui modal bahan. Pilih sumber sesuai kejadian; pembelian, titipan, koreksi dan produksi memiliki tujuan berbeda.
Contoh yang akan dibuat
Kedai Latihan membeli 2.000 ml Susu Cair dari Toko Bahan Pak Budi, harga Rp20 per ml, total Rp40.000, nomor nota NT-LATIHAN-001. Sebelum pembelian, stok Susu Cair nol; setelah disimpan, stok menjadi 2.000 ml dan modal Rp20/ml.
Contoh lain: beli 1.000 gram tepung, menerima minuman kemasan dari distributor, atau mencatat bahan tanpa supplier saat belanja di pasar.
Pilih sumber barang
Buka Produk & Stok → Barang Masuk. Pilih Beli untuk pembelian dari pemasok.

Titipan membuka pencatatan barang pemasok yang dititipkan. Koreksi membetulkan stok setelah pemeriksaan fisik. Produksi mencatat hasil bahan olahan sendiri dari resep. Jangan memakai koreksi untuk pembelian yang seharusnya memperbarui modal.
Isi nota dan bahan
Pilih Supplier, isi Nomor Nota dan Catatan. Supplier serta nomor nota dapat dikosongkan bila memang tidak tersedia, tetapi catatan membantu menelusuri pembelian.
Pilih Susu Cair pada Daftar Bahan. Isi Jumlah 2000 dan Harga Beli / Mililiter 20. Perhatikan satuan yang ditampilkan. Dua liter susu harus dicatat 2.000 ml jika satuan stok bahan adalah mililiter.

Gunakan Tambah Bahan untuk nota yang memuat beberapa bahan. Periksa subtotal tiap bahan serta total belanja sebelum menyimpan. Hapus baris yang tidak jadi diterima.
Simpan dan periksa persediaan
Pilih Simpan Barang Datang. Setelah berhasil, buka Bahan & Stok dan cari Susu Cair. Contoh menunjukkan 2.000 Mililiter, modal Rp20/Mililiter, dan nilai persediaan Rp40.000.

Jika ragu apakah penyimpanan berhasil, periksa stok dan riwayat pergerakan sebelum mengulang pencatatan. Jangan memasukkan nota yang sama dua kali. Catatan “bayar tunai” pada contoh adalah keterangan; pastikan pencatatan pengeluaran kas mengikuti proses outlet.