Hitung stok fisik menyamakan stok sistem dengan jumlah yang benar-benar ada di outlet. Selisih dicatat pada riwayat pergerakan agar penyebabnya dapat ditelusuri. Modal bahan tidak berubah karena proses ini.
Contoh yang akan dibuat
Sistem mencatat 2.000 ml Susu Cair setelah pembelian. Hasil hitungan akhir hari menunjukkan 1.950 ml, karena 50 ml tumpah. Kedai Latihan menyimpan jumlah 1.950 ml dengan alasan Hitung akhir hari: susu tumpah 50 ml.
Contoh lain: bahan rusak, hitungan fisik lebih banyak daripada catatan, atau pemeriksaan persediaan berkala setelah gudang dirapikan.
Periksa stok dan riwayat sebelumnya
Buka Produk & Stok → Bahan & Stok, cari Susu Cair, kemudian buka rincian bahan. Periksa stok sistem, modal dan riwayat sebelum melakukan koreksi. Contoh memiliki pembelian masuk 2.000 ml.

Masukkan jumlah yang benar-benar ada
Pilih Hitung Stok Fisik. Isi Jumlah Hasil Hitungan 1950, bukan selisih 50. Sistem akan menyamakan persediaan dengan angka yang dimasukkan.
Isi Alasan yang menjelaskan penyebab selisih. Pastikan satuan sesuai bahan; contoh memakai mililiter.

Pilih Simpan Hasil Hitung setelah angka dan alasannya benar.
Periksa hasil koreksi
Buka ulang rincian Susu Cair. Stok menjadi 1.950 Mililiter, modal tetap Rp20, dan riwayat menampilkan Hasil hitung fisik (−) sebanyak 50 dengan alasan yang diisi. Riwayat pembelian sebelumnya tetap terlihat.

Jangan memakai hitung fisik untuk menggantikan pencatatan pembelian baru. Pembelian memiliki nota dan harga beli; koreksi bertujuan mencocokkan stok dengan hasil pemeriksaan.