Resep menentukan bahan yang dipakai untuk setiap porsi menu. Jumlah resep mengikuti satuan stok bahan, sehingga satuan pembelian dan takaran per porsi harus konsisten.
Contoh yang akan dibuat
Kedai Latihan mengatur Kopi Susu memakai 200 ml Susu Cair per porsi. Modal susu Rp20/ml, sehingga biaya bahan yang dicatat pada contoh Rp4.000. Penjualan satu porsi mengurangi stok susu dari 1.950 menjadi 1.750 ml.
Contoh ini hanya memasukkan susu untuk memperlihatkan perhitungan. Resep usaha sebenarnya perlu melengkapi kopi, gula, kemasan dan bahan lain agar HPP tidak terlalu rendah.
Contoh lain: nasi goreng memakai beras, telur dan bumbu; pilihan topping menambah bahan tersendiri; atau ukuran besar menggunakan resep berbeda.
Buka pengaturan resep menu
Aktifkan fitur stok outlet dan buat bahan terlebih dahulu. Buka Produk & Stok → Produk, pilih menu lalu Ubah. Buka bagian HPP / Harga Pokok dan pilih Dari Resep Bahan.
Pada Resep Dasar, pilih Tambah Bahan, pilih Susu Cair, lalu isi takaran 200. Satuan yang tampil adalah Mililiter, sesuai bahan yang sudah dibuat.

Tambahkan baris untuk bahan lainnya. Resep Dasar adalah bahan yang selalu dipakai. Pada produk dengan varian atau opsi, periksa bagian resep varian dan tambahan opsi agar bahan tidak terhitung dua kali.
Simpan dan periksa kembali
Pilih Simpan Perubahan. Buka ulang produk dan bagian HPP untuk memastikan mode Dari Resep Bahan serta takarannya tersimpan. Pilihan HPP Manual dan Dari Resep Bahan mempunyai sumber biaya berbeda; jangan menganggap harga jual merupakan modal.
Periksa setelah penjualan
Jual satu porsi menu dan selesaikan pembayaran. Buka rincian Susu Cair di Bahan & Stok. Contoh mencatat pergerakan Penjualan −200 dengan sisa 1.750 Mililiter. Pembelian dan koreksi sebelumnya tetap terlihat.

Jika pemakaian tidak sesuai, periksa takaran, satuan, mode HPP dan resep opsi sebelum mengoreksi stok. Perubahan resep baru tidak berarti transaksi lama dihitung ulang.