Menyimpan data pembeli agar bisa dikenali, disapa dengan nama, dan diberi penawaran khusus.
Rute terkait: /manage/customers · /manage/customers/create · /manage/discounts
Untuk siapa halaman ini
Halaman ini untuk Anda yang ingin mengenali pelanggan, bukan sekadar melayani mereka sekali lalu lupa. Dengan menyimpan nama dan nomor telepon, Anda bisa membangun hubungan yang lebih dekat, mengirim promo khusus, atau sekadar mengingat pesanan tetap mereka.
Data pelanggan berguna untuk beberapa hal sekaligus. Anda bisa memberi kupon ulang tahun, mencatat alergi supaya dapur lebih hati-hati, atau membuat daftar pelanggan kantor untuk pesanan katering rutin. Menu ini hanya muncul bila fitur Data Pelanggan dinyalakan di Pengaturan → Fitur Operasional.
Prasyarat
- Outlet sudah aktif dan Anda login sebagai owner atau admin.
- Fitur Data Pelanggan sudah dinyalakan di Pengaturan → Fitur Operasional.
- Anda sudah memutuskan data apa saja yang perlu dicatat.
Alur pertama kali pakai
| Langkah | Nama | Deskripsi |
|---|---|---|
| 1 | Buka halaman Pelanggan | Menu Manajemen → Pelanggan |
| 2 | Tambah pelanggan | Ketuk Tambah Pelanggan |
| 3 | Isi identitas | Nama dan nomor telepon |
| 4 | Tambah catatan | Alergi, preferensi, atau keterangan lain |
| 5 | Simpan | Pelanggan muncul di daftar |
| 6 | Pakai di kasir | Kasir bisa memilih nama pelanggan saat transaksi |
Halaman Pelanggan


Yang tampak di layar:
- Header, judul "Pelanggan" dan tombol tambah.
- Baris pencarian, untuk mencari nama atau nomor telepon.
- Tabel pelanggan, setiap baris memuat nama, kontak, dan catatan.
- Kolom Aksi, tombol edit dan hapus per pelanggan.
Kolom di daftar pelanggan
| Kolom | Artinya |
|---|---|
| Nama | Nama pelanggan yang tampil di kasir |
| Nomor Telepon | Kontak untuk menghubungi atau mengirim promo |
| Catatan | Keterangan tambahan, mis. alergi atau preferensi |
| Status | Sakelar untuk mengaktifkan atau menonaktifkan data pelanggan |
Tips: minta nomor telepon hanya bila pelanggan bersedia. Data yang dikumpulkan dengan izin selalu lebih baik.
Menambah pelanggan
Tambah satu pelanggan setiap kali ada pembeli yang ingin Anda kenali.


Ketuk Tambah Pelanggan, lalu isi dialognya.
Field di dialog tambah pelanggan
Contoh pengisian
| Field | Isi |
|---|---|
| Nama | Budi Santoso |
| Nomor Telepon | 0813xxxxxxx |
| Catatan | Alergi kacang, suka level 3 |
Studi kasus: Sebuah warung kopi punya pelanggan tetap yang datang setiap pagi. Kasir menawarkan untuk mencatat namanya. Pelanggan bersedia, dan sejak itu kasir bisa menyapanya dengan nama serta menyiapkan pesanannya lebih cepat karena tahu preferensinya.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Pelanggan kantor, dicatat untuk pesanan katering rutin.
- Pelanggan dengan alergi, ditandai agar dapur lebih hati-hati.
- Pelanggan member, untuk potongan khusus yang dikaitkan ke namanya.
Melihat data pelanggan yang tersimpan
Daftar yang rapi memudahkan Anda mencari pelanggan berdasarkan nama atau nomor.


Pola catatan yang berguna
| Jenis catatan | Contoh isi |
|---|---|
| Alergi | Alergi seafood |
| Preferensi | Selalu tanpa sambal |
| Kebutuhan khusus | Selalu minta pisah bill |
| Hubungan | Rekan kantor Bapak Andi |
| Riwayat | Pesan katering tiap Jumat |
Studi kasus: Sebuah restoran mencatat pelanggan kantor yang sering memesan makan siang untuk timnya. Catatan berisi jumlah orang dan waktu pengiriman. Saat pelanggan itu menghubungi lagi, kasir langsung tahu berapa porsi yang perlu disiapkan dan kapan harus siap.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Pelanggan langganan mingguan, dengan jadwal pesanan tetap.
- Pelanggan keluarga besar, dicatat untuk reservasi acara.
- Pelanggan lintas outlet, agar konsisten di semua cabang.
Memakai data pelanggan di kasir
Saat transaksi, kasir bisa memilih nama pelanggan agar transaksinya tercatat atas nama orang itu.
Alur memilih pelanggan di kasir
| Langkah | Aksi |
|---|---|
| 1 | Kasir menekan tombol pelanggan di layar kasir |
| 2 | Cari nama atau nomor telepon |
| 3 | Pilih pelanggan dari hasil pencarian |
| 4 | Nama pelanggan menempel ke transaksi |
| 5 | Selesaikan pembayaran seperti biasa |
Studi kasus: Sebuah kafe ingin melacak siapa pelanggan paling setianya. Kasir menempelkan nama pelanggan di setiap transaksi. Setelah sebulan, pemilik bisa melihat siapa yang paling sering datang dan memberi mereka kupon khusus sebagai ucapan terima kasih.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Pisahkan tagihan, saat pelanggan yang berbeda duduk satu meja.
- Catat pesanan kantor, agar mudah diminta ulang bulan depan.
- Lacak pelanggan setia, untuk program loyalitas sederhana.
Menghubungkan pelanggan dengan promo
Data pelanggan akan jauh lebih berguna bila dikaitkan dengan penawaran khusus.
Cara memakai data untuk promo
| Cara | Contoh |
|---|---|
| Kupon khusus | Kode yang hanya dibagikan ke pelanggan terpilih |
| Promo ulang tahun | Potongan pada bulan lahir pelanggan |
| Pengingat pesanan | Menghubungi pelanggan langganan saat menu favoritnya kembali |
| Ucapan terima kasih | Sapaan personal saat pelanggan datang lagi |
Studi kasus: Sebuah resto membuat kupon ulang tahun berisi potongan 20 persen. Admin mengirim kode ke pelanggan yang berulang tahun bulan itu lewat pesan pribadi. Karena pelanggan merasa dihargai, banyak yang datang kembali bersama keluarga, dan nilai transaksinya justru lebih besar dari biasa.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Kupon pelanggan baru, diberikan saat pertama kali mencatatkan diri.
- Kupon pelanggan pasif, untuk menarik pelanggan yang lama tidak datang.
- Diskon pelanggan kantor, dikaitkan dengan jumlah pembelian rutin.
Mengubah dan menghapus data
Data pelanggan bisa berubah, misalnya nomor telepon berganti atau catatan perlu diperbarui.
Aksi yang tersedia
| Aksi | Kapan dipakai |
|---|---|
| Ubah nama | Perbaikan salah ketik |
| Ubah nomor | Kontak pelanggan berubah |
| Ubah catatan | Alergi baru diketahui atau preferensi berubah |
| Matikan status | Pelanggan minta datanya tidak dihubungi lagi |
| Hapus data | Pelanggan meminta datanya dihapus |
Peringatan: hormati permintaan pelanggan yang ingin datanya dihapus. Simpan data hanya seperlunya dan gunakan untuk kepentingan pelayanan.
Studi kasus: Seorang pelanggan meminta namanya dihapus dari daftar karena tidak ingin dihubungi lagi. Admin menghapus data itu tanpa keberatan. Meski begitu, transaksi lama pelanggan tetap tercatat di laporan karena transaksi tidak bisa dihapus.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Perbarui nomor, saat pelanggan berganti nomor telepon.
- Tambah catatan alergi, begitu ada informasi baru dari dapur.
- Rapikan nama ganda, saat ada dua data dengan orang yang sama.
Tips & Peringatan
Tips: tawarkan pencatatan data pelanggan secara sukarela. Jangan memaksa, cukup sampaikan manfaatnya.
Tips: isi catatan dengan singkat dan jelas, agar kasir lain langsung paham tanpa bertanya.
Tips: perbarui data secara berkala, terutama nomor telepon dan catatan alergi.
Catatan: menghapus data pelanggan tidak menghapus riwayat transaksi. Keduanya tercatat terpisah.
Peringatan: jangan mencatat data pribadi yang tidak perlu, seperti nomor identitas atau info keuangan, hanya untuk pelayanan.
Peringatan: data pelanggan hanya untuk kepentingan pelayanan di outlet Anda. Jangan bagikan ke pihak lain tanpa izin.
Ringkasan Alur
| Ingin melakukan | Langkah |
|---|---|
| Menambah pelanggan | Pelanggan → Tambah Pelanggan → isi nama dan kontak |
| Mencari pelanggan | Ketik nama atau nomor di baris pencarian |
| Menempel ke transaksi | Kasir menekan tombol pelanggan → pilih nama |
| Memberi promo khusus | Diskon → buat kupon → bagikan ke pelanggan terpilih |
| Memperbarui data | Tombol edit pada baris pelanggan |
| Menghapus data | Tombol hapus, setelah permintaan pelanggan |
Dokumentasi Terkait
- Mengenal Panel Manajemen, peta seluruh menu manajemen
- Diskon & Kupon, membuat penawaran khusus pelanggan
- Pengaturan: Profil, Fitur & Operasional, menyalakan fitur Data Pelanggan