Halaman ini untuk Anda yang ingin tahu berapa modal tiap porsi. Rangkaiannya: daftarkan bahan, susun resep, pilih cara hitung HPP, lalu baca margin. Ketiganya saling bergantung, jadi panduan ini disusun berurutan.
Rute terkait: /manage/products?type=ingredient · /manage/stock-in · /report/cogs
Untuk siapa halaman ini
Halaman ini untuk Anda yang ingin tahu berapa modal tiap porsi. Rangkaiannya: daftarkan bahan, susun resep, pilih cara hitung HPP, lalu baca margin. Ketiganya saling bergantung, jadi panduan ini disusun berurutan.
Prasyarat
- Fitur stok sudah diaktifkan di Pengaturan → F&B / Inventori.
- Minimal satu bahan sudah dibuat.
Gambaran alur
| # | Tahap | Yang dilakukan |
|---|---|---|
| 1 | Pilih mode | Tentukan cara hitung HPP: Manual, Resep, atau FIFO |
| 2 | Daftar bahan | Catat bahan baku beserta satuannya |
| 3 | Susun resep | Hubungkan bahan ke setiap menu |
| 4 | Hitung HPP | Biaya dihitung otomatis dari resep |
| 5 | Baca margin | Periksa keuntungan per menu |
Alur pertama kali pakai
| Langkah | Nama | Deskripsi |
|---|---|---|
| 1 | Nyalakan fitur | Pengaturan → Fitur Operasional → Inventori |
| 2 | Tambah bahan | Bahan & Stok → Tambah Bahan |
| 3 | Isi satuan dan harga | Satuan beli dan modal per satuan |
| 4 | Catat pembelian | Barang Masuk → tambah pembelian |
| 5 | Pilih cara hitung HPP | Manual, Resep, atau FIFO |
| 6 | Hubungkan ke produk | Isi resep atau HPP pada tiap produk |
| 7 | Cek laporan | Laporan HPP untuk melihat margin |
Halaman Bahan & Stok


Yang tampak di layar:
- Header, judul "Bahan & Stok" dan tombol tambah bahan.
- Baris pencarian, untuk mencari nama bahan.
- Tabel bahan, setiap baris memuat nama, satuan, stok saat ini, dan modal.
- Kolom Aksi, tombol edit dan hapus per bahan.
Kolom di daftar bahan
| Kolom | Artinya |
|---|---|
| Nama Bahan | Nama bahan baku, mis. Beras atau Ayam Fillet |
| Satuan | Satuan pencatatan, mis. kg, liter, butir |
| Stok | Jumlah yang tercatat saat ini |
| HPP Satuan | Modal per satuan bahan |
| Nilai Total | Stok dikali modal per satuan |
Tips: pilih satuan yang paling sering Anda pakai saat berbelanja. Pencatatan jadi lebih natural dan mengurangi kesalahan hitung.
Menyalakan modul inventori
Modul inventori membuka empat menu sekaligus di sidebar.


Menu yang muncul saat inventori aktif
| Menu | Kegunaan |
|---|---|
| Bahan & Stok | Melihat semua bahan, stok, dan modalnya |
| Barang Masuk | Mencatat pembelian dan koreksi stok |
| Supplier | Mendata pemasok bahan |
| Barang Titipan | Mengelola barang konsinyasi |
Studi kasus: Gerai Seblak awalnya menjual menu tanpa mencatat bahan. Pemilik tidak tahu berapa modal satu porsi seblak. Setelah menyalakan fitur Inventori, empat menu baru muncul. Ia mencatat bahan utama, lalu memasang resep pada tiap menu. Sejak itu, ia bisa melihat margin setiap porsi.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Warung nasi, mencatat beras, ayam, dan sayur sebagai bahan.
- Kedai kopi, mencatat biji kopi dan susu.
- Toko kue, mencatat tepung, gula, dan mentega.
Tiga cara menghitung HPP
Ada tiga pendekatan berbeda untuk menghitung modal per porsi. Anda bisa memilih sesuai kebutuhan dan tingkat kerapian pencatatan.
Perbandingan tiga metode
| Metode | Cara kerja | Cocok untuk |
|---|---|---|
| HPP Manual | Anda mengetik langsung angka modal per produk | Outlet baru, menu sedikit |
| HPP Resep | Sistem menghitung dari resep dan harga bahan | Outlet dengan menu terstandar |
| HPP FIFO | Sistem menghitung dari urutan pembelian bahan | Outlet dengan stok fluktuatif |
Kapan memilih yang mana
| Situasi Anda | Metode yang disarankan |
|---|---|
| Baru mulai, belum punya catatan bahan | HPP Manual |
| Resep sudah tetap dan bahan terukur | HPP Resep |
| Harga bahan sering berubah | HPP FIFO |
| Ingin akurasi tertinggi | HPP FIFO atau Resep |
Catatan: Anda tidak harus memakai satu metode untuk semua produk. Sebagian produk bisa pakai manual, sebagian lain pakai resep, sesuai kerapian catatannya.
HPP Manual
Metode paling sederhana. Anda menentukan sendiri angka modal untuk tiap produk.
Cara kerja HPP manual
| Langkah | Aksi |
|---|---|
| 1 | Buka produk di halaman Produk |
| 2 | Isi field HPP / Harga Pokok |
| 3 | Tentukan nominal modal per porsi |
| 4 | Simpan |
| 5 | Margin otomatis muncul di laporan |
Studi kasus: Sebuah warung baru mulai mencatat modal. Pemilik belum punya catatan bahan yang rapi, jadi ia memakai metode manual. Untuk satu porsi nasi goreng, ia menaksir modal Rp12.000 berdasarkan pengalaman. Angka itu ia masukkan sebagai HPP, dan laporan mulai menunjukkan margin per menu.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Menu baru, belum punya catatan bahan lengkap.
- Menu sederhana, bahannya cuma satu atau dua jenis.
- Perkiraan awal, sebelum catatan bahan dirapikan.
Rincian lengkapnya ada di HPP Manual.
HPP Resep
Metode paling akurat bila resep Anda sudah terstandar. Sistem menghitung modal dari bahan dan takaran.
Cara kerja HPP resep
| Langkah | Aksi |
|---|---|
| 1 | Catat semua bahan beserta harganya |
| 2 | Buka produk, pilih metode Resep |
| 3 | Tambahkan bahan dan takaran per porsi |
| 4 | Sistem menghitung total modal |
| 5 | HPP terbarui otomatis saat harga bahan berubah |
Studi kasus: Sebuah restoran menstandarkan resep semua menunya. Setiap porsi nasi goreng memakai 200 gram beras, satu butir telur, dan 100 gram ayam. Admin memasukkan takaran itu ke resep produk. Ketika harga telur naik, HPP nasi goreng ikut naik otomatis tanpa perlu menghitung ulang manual.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Menu andalan, dengan resep yang tidak berubah.
- Menu berbagi, dengan takaran bahan yang terukur.
- Menu baru, dihitung modalnya sebelum dijual.
Rincian lengkapnya ada di HPP Resep Bahan Baku.
HPP FIFO
Metode yang mengikuti urutan pembelian. Barang yang lebih dulu masuk dianggap lebih dulu dipakai. Pilih metode ini di Pengaturan → F&B → Cara Hitung HPP.


Saat mengetuk opsi FIFO, sistem menampilkan konfirmasi sebelum menerapkannya. Konfirmasi ini penting dibaca karena pilihan tidak bisa dibatalkan dari halaman ini.


Cara kerja HPP FIFO
| Langkah | Aksi |
|---|---|
| 1 | Catat setiap pembelian bahan beserta harganya |
| 2 | Sistem menyimpan urutan pembelian |
| 3 | Saat bahan dipakai, sistem memakai harga tertua lebih dulu |
| 4 | HPP mengikuti harga pembelian yang sedang dipakai |
| 5 | Laporan menunjukkan nilai stok terkini |
Studi kasus: Sebuah kedai membeli beras tiga kali dengan harga berbeda karena pasokan naik. Dengan metode FIFO, beras yang dibeli pertama dianggap terpakai lebih dulu. HPP menunya mengikuti harga beras tertua yang masih ada. Cara ini membuat perhitungan modal lebih dekat ke kenyataan.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Bahan yang mudah rusak, harus dipakai sesuai urutan masuk.
- Bahan dengan harga naik, membuat modal lebih realistis.
- Bahan dengan harga turun, menghindari kerugian tersembunyi.
Rincian lengkapnya ada di HPP FIFO.
Memilih metode untuk outlet Anda
Tidak ada satu metode yang terbaik untuk semua. Pilihan tergantung kerapian catatan dan sifat bahan Anda.
Panduan memilih
| Kalau Anda... | Mulai dari |
|---|---|
| Belum mencatat bahan sama sekali | HPP Manual |
| Sudah mencatat pembelian tapi belum resep | HPP Resep |
| Sudah mencatat semua pembelian dengan rapi | HPP FIFO |
| Ingin hasil terbaik | Mulai manual, naik ke resep, lalu FIFO |
Studi kasus: Bu Rina ingin langsung memakai FIFO. Admin menyarankan bertahap. Bulan pertama, ia memakai HPP Manual untuk semua menu agar laporan segera jalan. Bulan kedua, ia merapikan resep dan pindah ke HPP Resep. Baru setelah catatan bahan rapi, ia beralih ke FIFO. Perpindahan bertahap ini mencegah kacau di awal.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Outlet kecil, cukup dengan HPP Manual.
- Rantai outlet, memakai HPP Resep agar seragam.
- Outlet dengan bahan mahal, memakai FIFO untuk akurasi.
Tips & Peringatan
Tips: mulailah dari metode manual bila catatan bahan belum rapi. Yang penting laporan mulai berjalan dulu.
Tips: perbarui harga bahan secara berkala. HPP yang memakai harga lama membuat margin di laporan tidak akurat.
Tips: catat semua pembelian barang masuk, karena resep dan FIFO bergantung pada data itu.
Catatan: mengubah metode HPP tidak mengubah transaksi yang sudah terjadi. Hanya perhitungan ke depan yang berubah.
Peringatan: jangan menyalakan inventori bila Anda tidak siap mencatat pembelian rutin. Data yang setengah-setengah membuat laporan menyesatkan.
Peringatan: bedakan bahan baku dari barang dagangan. Barang yang dijual apa adanya tanpa diolah tidak perlu masuk inventori.
Ringkasan Alur
| Ingin melakukan | Langkah |
|---|---|
| Membuka modul inventori | Pengaturan → Fitur Operasional → Inventori |
| Menambah bahan | Bahan & Stok → Tambah Bahan → isi satuan dan modal |
| Menghitung modal cara cepat | Isi field HPP pada produk, metode manual |
| Menghitung modal dari resep | Pilih metode Resep → tambahkan bahan dan takaran |
| Menghitung modal dari pembelian | Aktifkan FIFO → catat tiap pembelian |
| Melihat hasil | Laporan HPP di menu stok |
Dokumentasi Terkait
- Bahan Baku & Resep, mencatat bahan dan takarannya
- HPP Manual, mengisi modal per produk
- HPP Resep Bahan Baku, menghitung modal dari resep
- HPP FIFO, menghitung modal dari urutan pembelian
- Pengaturan: Profil, Fitur & Operasional, menyalakan fitur Inventori
Menambah bahan baku
Tambah satu bahan setiap kali Anda mencatat belanjaan baru.


Field di form bahan
Contoh pengisian bahan
| Field | Isi |
|---|---|
| Nama Bahan | Beras Premium |
| Satuan | kg |
| Harga Satuan | 14000 |
| Stok Awal | 25 |
| Stok Minimum | 5 |
Studi kasus: Gerai Seblak memakai beras, telur, ayam, dan sayur. Bu Rina menambahkan keempatnya satu per satu. Untuk beras, ia mengisi satuan kilogram dengan harga Rp14.000 dan stok awal 25 kilogram. Sejak itu, ia bisa melihat kapan beras mulai menipis.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Bahan cair, dicatat dalam liter seperti minyak goreng.
- Bahan satuan, dicatat dalam butir seperti telur.
- Bahan kering, dicatat dalam gram untuk bumbu.
Melihat bahan yang sudah dicatat
Daftar bahan yang lengkap adalah pusat data modal Anda. Semakin rapi, semakin akurat HPP.


Kolom di daftar bahan
| Kolom | Artinya |
|---|---|
| Nama Bahan | Nama bahan baku |
| Satuan | Satuan yang dipakai mencatat |
| Stok | Jumlah yang tersisa saat ini |
| HPP Satuan | Modal per satuan bahan |
| Nilai Total | Stok dikali modal per satuan |
| Stok Minimum | Batas yang memicu peringatan |
Studi kasus: Setelah sebulan mencatat, Bu Rina melihat ada bahan yang nilainya besar, yaitu ayam dan beras. Ia mulai memperhatikan dua bahan itu lebih ketat. Ternyata kedua bahan itulah yang paling memengaruhi margin menunya.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Audit bahan mahal, memeriksa bahan yang nilainya paling besar.
- Periksa bahan jarang dipakai, untuk memutuskan apakah masih perlu disimpan.
- Rapikan satuan, menyeragamkan satuan antar bahan sejenis.
Menyusun resep per produk
Resep menghubungkan bahan dengan produk. Setiap porsi menu memiliki daftar bahan dan takarannya.


Langkah menyusun resep
| Langkah | Aksi |
|---|---|
| 1 | Buka produk di halaman Produk |
| 2 | Pilih metode Resep |
| 3 | Ketuk Tambah Bahan |
| 4 | Pilih bahan dari daftar |
| 5 | Isi takaran per porsi |
| 6 | Ulangi sampai semua bahan tercatat |
| 7 | Simpan, HPP terhitung otomatis |
Contoh resep nasi goreng satu porsi
| Bahan | Takaran | Modal |
|---|---|---|
| Beras Premium | 200 gram | Rp2.800 |
| Telur Ayam | 1 butir | Rp2.500 |
| Ayam Fillet | 100 gram | Rp4.000 |
| Bumbu dan Minyak | 1 set | Rp1.500 |
| Total Modal | Terhitung | Rp10.800 |
Studi kasus: Pak Slamet menstandarkan resep semua menunya. Untuk nasi goreng spesial, ia mencatat empat bahan dengan takaran tertentu. Sistem kemudian menghitung modal otomatis menjadi Rp10.800 per porsi. Dengan harga jual Rp25.000, ia tahu marginnya sekitar lima puluh tujuh persen.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Resep minuman, mencatat biji kopi dan susu per gelas.
- Resep paket, menjumlahkan bahan seluruh isi paket.
- Resep kue, mencatat tepung, gula, dan mentega per loyang.
Memperbarui harga bahan
Harga bahan sering berubah. Harga yang kadaluarsa membuat HPP Anda tidak akurat.
Kapan harga bahan perlu diperbarui
| Kejadian | Tindakan |
|---|---|
| Belanja dengan harga baru | Ubah harga satuan di bahan |
| Supplier ganti harga | Perbarui setelah pembelian tercatat |
| Naik signifikan | Timbang ulang harga jual menu terkait |
| Turun signifikan | Perbarui agar margin terlihat lebih akurat |
Studi kasus: Harga telur naik dari Rp2.000 menjadi Rp2.500 per butir. Admin memperbarui harga telur di daftar bahan. Karena nasi goreng memakai telur, HPP menunya otomatis naik. Pak Slamet lalu menyesuaikan harga jualnya supaya marginnya tetap sehat.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Musim panen, harga sayur turun, perbarui agar modal akurat.
- Kenaikan bahan bakar, memengaruhi harga bahan lain.
- Promo supplier, harga sementara lebih murah.
Menghubungkan bahan dengan produk varian
Produk varian punya pilihan yang bisa menambah bahan. Misalnya topping telur pada mie.
Resep untuk produk varian
| Bagian resep | Cara mengisi |
|---|---|
| Bahan dasar | Bahan yang selalu dipakai, terlepas dari pilihan |
| Bahan per opsi | Bahan tambahan bila opsi tertentu dipilih |
| Bahan opsional | Bahan yang bisa diminta pelanggan |
Studi kasus: Menu mie Pak Slamet punya opsi topping telur. Pada resep dasarnya, ia mencatat mie, bumbu, dan sayur. Untuk opsi telur, ia menambahkan satu butir telur. Saat pelanggan memilih topping telur, HPP otomatis bertambah sesuai bahan tambahan itu.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Extra keju, menambah bahan keju pada produk tertentu.
- Level pedas, menambah cabai sesuai level.
- Ukuran besar, menambah takaran bahan dasar.
Menghapus dan menonaktifkan bahan
Bahan yang tidak dipakai lagi sebaiknya dirapikan, tapi hati-hati bila masih terkait resep.
Pertimbangan sebelum menghapus bahan
| Kondisi bahan | Tindakan |
|---|---|
| Masih dipakai resep aktif | Jangan hapus, ubah harga atau stoknya saja |
| Tidak dipakai resep apa pun | Boleh dihapus |
| Stok masih ada | Habiskan dulu atau sesuaikan stok |
| Pernah dipakai di transaksi | Tetap simpan untuk menjaga riwayat |
Peringatan: menghapus bahan yang masih terkait resep bisa membuat HPP produk menyesatkan. Pindahkan atau hapus resepnya dulu.
Studi kasus: Bu Rina berhenti memakai satu merek saus karena suppliernya tutup. Ia mengganti bahan saus itu dengan merek baru. Setelah memastikan resep sudah memakai bahan baru, barulah ia menghapus bahan lama dari daftar.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Ganti merek, saat supplier lama tidak lagi melayani.
- Hentikan menu, menghapus bahan yang hanya dipakai menu itu.
- Rapikan duplikat, menghapus bahan yang tercatat dua kali.
Tips & Peringatan
Tips: beri nama bahan yang spesifik, misalnya "Beras Premium" bukan hanya "Beras". Ini membantu bila Anda punya beberapa jenis.
Tips: isi stok minimum untuk bahan penting, agar sistem bisa memperingatkan saat stok menipis.
Tips: catat resep dengan takaran pasti, karena HPP bergantung pada ketelitian takaran.
Catatan: memperbarui harga bahan tidak mengubah transaksi yang sudah terjadi. Hanya HPP ke depan yang menyesuaikan.
Peringatan: jangan mencampur satuan dalam satu bahan. Kalau satuan kilogram, catat semua pembelian dalam kilogram.
Peringatan: bahan yang tetap dipakai jangan dihapus meski stoknya nol. Cukup sesuaikan jumlah stoknya saat bahan datang lagi.
Ringkasan Alur
| Ingin melakukan | Langkah |
|---|---|
| Menambah bahan | Bahan & Stok → Tambah Bahan → isi nama, satuan, harga |
| Menyusun resep | Buka produk → pilih Resep → tambahkan bahan dan takaran |
| Memperbarui harga | Tombol edit pada baris bahan → ubah Harga Satuan |
| Melihat hasil hitungan | Buka Laporan HPP untuk melihat modal per produk |
| Menambah bahan varian | Edit resep → tambahkan bahan pada opsi terkait |
| Menghapus bahan | Pastikan tidak dipakai resep aktif → tombol hapus |
Dokumentasi Terkait
- Mengenal Inventori & 3 Cara Hitung HPP, dasar modul inventori
- HPP Resep Bahan Baku, memakai resep untuk menghitung modal
- Barang Masuk & Supplier, mencatat pembelian bahan
- Produk, Kategori, Varian & Combo, mengatur menu yang memakai resep
Field HPP pada produk


Letak dan isi field HPP
Rumus sederhana
| Istilah | Rumus |
|---|---|
| Margin Rupiah | Harga Jual dikurangi HPP |
| Margin Persen | Margin Rupiah dibagi Harga Jual, dikali seratus |
| Keuntungan per porsi | Sama dengan Margin Rupiah |
Studi kasus: Bu Rina menjual nasi goreng seharga Rp25.000. Ia menaksir modalnya Rp12.000 berdasarkan pengalaman belanja. Setelah mengisi HPP, laporan menunjukkan margin Rp13.000 per porsi, atau sekitar lima puluh dua persen. Angka ini cukup sehat untuk menu andalan.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Menu sederhana, modalnya mudah ditaksir tanpa catatan bahan.
- Outlet baru, laporan belum perlu akurasi tinggi.
- Menu musiman, modalnya berubah tiap periode.
Menentukan angka modal yang wajar
Angka modal yang salah membuat laporan menyesatkan. Meski manual, usahakan tetap mendekati kenyataan.
Cara menaksir modal dengan wajar
| Pendekatan | Cara melakukannya |
|---|---|
| Dari belanja harian | Bagi total belanja bahan dengan jumlah porsi terjual |
| Dari harga pasar | Lihat harga bahan terkini, kalikan takaran per porsi |
| Dari menu sejenis | Bandingkan dengan menu lain yang bahannya mirip |
| Dari pengalaman | Taksiran pemilik yang sudah bertahun menjalankan |
Contoh perhitungan sederhana
| Bahan | Taksiran Modal |
|---|---|
| Beras dan bumbu | Rp4.000 |
| Ayam | Rp5.000 |
| Telur | Rp2.000 |
| Minyak dan gas | Rp1.000 |
| Total | Rp12.000 |
Studi kasus: Pak Slamet awalnya menaksir modal seblak Rp8.000. Setelah menghitung ulang dari belanja harian, ternyata modal sebenarnya Rp11.500. Ia memperbaiki angka HPP-nya. Laporan yang tadinya menunjukkan margin terlalu besar kini lebih jujur, dan ia tahu harga jualnya perlu disesuaikan.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Perhitungan dari nota belanja, memakai struk supplier sebagai acuan.
- Taksiran konservatif, memilih angka sedikit lebih tinggi agar aman.
- Koreksi berkala, memperbaiki modal setelah beberapa minggu berjalan.
Menjaga keakuratan HPP manual
HPP manual tidak terbarui sendiri. Anda perlu memeriksanya secara berkala.
Kapan HPP perlu diperiksa ulang
| Kejadian | Alasan |
|---|---|
| Harga bahan naik | Modal lama jadi terlalu rendah |
| Porsi berubah | Takaran atau ukuran sajian berubah |
| Biaya tambahan baru | Kemasan atau ongkos naik |
| Menu diubah | Resep baru membuat modal berbeda |
| Harga jual diubah | Margin ikut berubah, perlu ditinjau |
Studi kasus: Setelah beberapa bulan, harga ayam naik cukup tinggi. Bu Rina memeriksa ulang HPP semua menu yang memakai ayam. Ia menaikkan angka modalnya sesuai kenyataan, lalu menyesuaikan harga jual supaya margin tetap sehat.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Tinjau per kuartal, memeriksa ulang modal semua menu.
- Tinjau saat ganti supplier, harga bisa berbeda.
- Tinjau saat ubah porsi, modal per porsi ikut berubah.
Berpindah ke metode yang lebih akurat
HPP manual adalah titik awal, bukan tujuan akhir. Setelah catatan Anda rapi, naikkan ke metode yang lebih akurat.
Jalur peningkatan akurasi
| Tahap | Metode | Kapan pindah |
|---|---|---|
| 1 | HPP Manual | Saat baru mulai, catatan belum rapi |
| 2 | HPP Resep | Setelah resep dan bahan tercatat |
| 3 | HPP FIFO | Setelah semua pembelian tercatat runtut |
Studi kasus: Gerai Seblak memakai HPP Manual selama dua bulan pertama. Setelah Bu Rina terbiasa mencatat bahan dan resep, ia pindah ke HPP Resep. HPP-nya kini terhitung sendiri dan ikut menyesuaikan saat harga bahan berubah. Ia tidak lagi memperbarui angka manual setiap minggu.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Pindah per kategori, menu yang resepnya sudah rapi lebih dulu.
- Pindah setelah inventori jalan, agar data pendukungnya lengkap.
- Tetap manual untuk menu kecil, bila takarannya sulit diukur.
Dampak HPP ke laporan margin
HPP yang benar membuat laporan laba Anda bisa dipercaya. Ini manfaat utama mengisinya.
Angka yang muncul di laporan
| Angka | Artinya |
|---|---|
| Pendapatan | Total penjualan menu |
| HPP | Total modal bahan menu terjual |
| Laba Kotor | Pendapatan dikurangi HPP |
| Margin | Persentase laba terhadap pendapatan |
Studi kasus: Setelah semua menu punya HPP, Pak Slamet bisa melihat menu mana yang marginnya paling besar. Ternyata menu minuman memberi margin lebih tinggi daripada makanan. Ia pun mulai mendorong kasir menawarkan paket makanan plus minuman untuk menaikkan keuntungan.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Cari menu bintang, menu dengan margin tertinggi untuk dipromosikan.
- Perbaiki menu lemah, menu dengan margin rendah untuk dinaikkan harganya.
- Evaluasi promo, memastikan diskon tidak menghabiskan margin.
Tips & Peringatan
Tips: mulai dari angka taksiran wajar. Lebih baik ada angka daripada tidak ada sama sekali.
Tips: catat sumber taksiran Anda agar mudah dikoreksi nanti.
Tips: periksa HPP setiap beberapa bulan, terutama bila harga bahan sering berubah.
Catatan: mengubah HPP tidak mengubah transaksi yang sudah terjadi. Laporan lama memakai HPP saat transaksi itu.
Peringatan: jangan memakai angka modal yang terlalu rendah hanya agar margin terlihat bagus. Laporan yang menyesatkan membuat Anda salah mengambil keputusan.
Peringatan: bila outlet menjual banyak menu, pindah ke HPP Resep lebih cepat daripada memperbarui manual satu per satu.
Ringkasan Alur
| Ingin melakukan | Langkah |
|---|---|
| Mengisi HPP satu produk | Produk → tombol edit → isi HPP / Harga Pokok → simpan |
| Mengisi semua menu | Ulangi untuk tiap produk |
| Memeriksa margin | Buka laporan penjualan → lihat kolom margin |
| Menaksir modal | Bagi total belanja bahan dengan jumlah porsi terjual |
| Memperbarui modal | Edit produk → ubah angka HPP → simpan |
| Naik ke metode resep | Catat bahan dan resep → ubah metode pada produk |
Dokumentasi Terkait
- Mengenal Inventori & 3 Cara Hitung HPP, perbandingan tiga metode HPP
- Bahan Baku & Resep, mencatat bahan dan takaran
- HPP Resep Bahan Baku, menghitung modal otomatis dari resep
- Produk, Kategori, Varian & Combo, tempat mengisi field HPP
Mengisi resep produk
Resep disusun dari bahan yang sudah ada di daftar Bahan & Stok.


Langkah mengisi resep
| Langkah | Aksi |
|---|---|
| 1 | Buka produk → pilih metode Resep |
| 2 | Ketuk Tambah Bahan |
| 3 | Pilih bahan dari daftar yang muncul |
| 4 | Isi takaran per porsi |
| 5 | Ulangi untuk semua bahan resep |
| 6 | Simpan, sistem menghitung total modal |
Field tiap baris bahan
| Field | Artinya | Contoh |
|---|---|---|
| Bahan | Nama bahan dari daftar | Beras Premium |
| Takaran | Jumlah yang dipakai per porsi | 200 |
| Satuan | Satuan takaran | gram |
| Subtotal | Modal bahan untuk takaran itu | Terhitung sendiri |
Studi kasus: Bu Rina menyusun resep nasi goreng dari empat bahan. Ia mencatat beras 200 gram, telur satu butir, ayam 100 gram, dan bumbu satu set. Sistem langsung menjumlahkan modalnya dari harga tiap bahan, tanpa ia perlu menghitung dengan kalkulator.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Resep minuman, mencatat biji kopi dan susu per gelas.
- Resep makanan berkuah, mencatat bahan kuah dan isi.
- Resep paket, menjumlahkan resep seluruh komponen paket.
Menghitung takaran dengan satuan berbeda
Bahan biasanya dibeli dalam satuan besar, tetapi dipakai dalam satuan kecil. Konversi ini perlu dicatat dengan benar.
Contoh konversi satuan
| Bahan | Satuan Beli | Takaran Pakai | Konversi |
|---|---|---|---|
| Beras | kilogram | gram | 1 kg sama dengan 1.000 gram |
| Minyak | liter | mililiter | 1 liter sama dengan 1.000 ml |
| Telur | butir | butir | Sama, tidak perlu konversi |
Menghitung modal per takaran
| Langkah | Contoh |
|---|---|
| Harga satuan bahan | Rp14.000 per kilogram |
| Takaran per porsi | 200 gram |
| Modal per porsi | Rp14.000 dikali 200 dibagi 1.000 = Rp2.800 |
Studi kasus: Pak Slamet membeli beras per kilogram, tetapi resepnya memakai gram. Sistem otomatis menghitung modal dari konversi itu. Ia tidak perlu menghitung sendiri, cukup mencatat takaran dalam gram dan harga dalam kilogram.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Minyak goreng, dibeli per liter, dipakai per sendok.
- Gula, dibeli per kilogram, dipakai per gram.
- Susu kental, dibeli per kaleng, dipakai per sendok.
Melihat hasil HPP resep
Setelah resep lengkap, sistem menampilkan modal per porsi secara otomatis.


Angka yang ditampilkan
| Angka | Artinya |
|---|---|
| HPP | Total modal bahan per porsi |
| Harga Jual | Harga yang dibayar pelanggan |
| Margin Rupiah | Harga jual dikurangi HPP |
| Margin Persen | Persentase margin terhadap harga jual |
| Harga Bahan Terpakai | Harga bahan saat hitungan dibuat |
Studi kasus: Setelah semua resep terpasang, Bu Rina membuka laporan HPP. Ia langsung melihat menu mana yang marginnya besar dan mana yang kecil. Ternyata menu berkuah punya margin lebih rendah daripada menu goreng. Ia pun memutuskan menyesuaikan harga menu berkuah.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Bandingkan menu, mencari mana yang paling menguntungkan.
- Periksa menu baru, memastikan harganya sudah menutup modal.
- Tinjau menu lama, memastikan margin masih sehat.
Pembaruan otomatis saat harga bahan berubah
Inilah keunggulan utama HPP Resep. Perubahan harga bahan langsung memengaruhi HPP.
Contoh dampak perubahan harga
| Bahan | Harga Lama | Harga Baru | Dampak ke HPP |
|---|---|---|---|
| Telur | Rp2.000 per butir | Rp2.500 per butir | Naik Rp500 per porsi |
| Beras | Rp14.000 per kg | Rp15.000 per kg | Naik Rp200 per porsi |
| Ayam | Rp40.000 per kg | Rp38.000 per kg | Turun Rp200 per porsi |
Studi kasus: Suatu minggu harga telur melonjak. Admin memperbarui harga telur di daftar bahan sekali saja. Dalam sekejap, HPP semua menu yang memakai telur ikut naik. Pak Slamet bisa langsung melihat menu mana yang marginnya mulai tipis dan menentukan mana yang perlu dinaikkan harganya.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Musim panen, harga turun, margin terlihat naik.
- Kenakan harga supplier, semua menu terkait langsung menyesuaikan.
- Promo bahan, harga sementara lebih murah, margin sementara naik.
Menyesuaikan harga jual dari hasil HPP
HPP bukan sekadar catatan. Angka itu membantu Anda menentukan harga jual yang sehat.
Panduan menentukan harga jual
| Margin yang diinginkan | Cara menghitung |
|---|---|
| Margin 40 persen | HPP dibagi 0,6 |
| Margin 50 persen | HPP dibagi 0,5 |
| Margin 60 persen | HPP dibagi 0,4 |
| Margin 70 persen | HPP dibagi 0,3 |
Contoh perhitungan
| Angka | Nilai |
|---|---|
| HPP per porsi | Rp12.000 |
| Target margin | 50 persen |
| Harga jual minimal | Rp12.000 dibagi 0,5 = Rp24.000 |
| Harga jual dibulatkan | Rp25.000 |
Studi kasus: Setelah melihat HPP seblak Rp11.500, Bu Rina ingin margin lima puluh persen. Ia menghitung harga jual minimal Rp23.000, lalu membulatkannya menjadi Rp25.000. Dengan harga itu, marginnya sekitar lima puluh empat persen, cukup untuk menutup biaya operasional.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Menu premium, target margin lebih tinggi.
- Menu promosi, margin lebih rendah tetapi menaikkan jumlah pembeli.
- Menu pelengkap, margin sedang tetapi menambah nilai transaksi.
Tips & Peringatan
Tips: pastikan semua bahan resep sudah tercatat sebelum menyusun resep. Bahan yang hilang membuat HPP terlalu rendah.
Tips: pakai takaran yang benar-benar dipakai dapur, bukan takaran ideal. Selisih kecil bisa menjumlah besar.
Tips: perbarui harga bahan setiap kali belanja dengan harga baru, agar HPP tetap akurat.
Catatan: HPP Resep lebih akurat dari HPP Manual, tetapi bergantung pada ketelitian takaran dan harga bahan.
Peringatan: jangan lupa mencatat bahan tambahan seperti minyak, gas, atau kemasan. Bahan kecil yang sering terlewat bisa membuat HPP terlalu rendah.
Peringatan: bila takaran resep berubah, perbarui resepnya. HPP lama akan terus memakai takaran yang sudah tidak berlaku.
Ringkasan Alur
| Ingin melakukan | Langkah |
|---|---|
| Mengaktifkan metode resep | Buka produk → pilih Resep |
| Menambah bahan ke resep | Ketuk Tambah Bahan → pilih bahan → isi takaran |
| Melihat HPP hasil resep | Buka Laporan HPP |
| Memperbarui HPP otomatis | Ubah Harga Satuan di daftar bahan |
| Menentukan harga jual | Bagi HPP dengan target margin |
| Memeriksa margin | Lihat kolom margin di laporan HPP |
Dokumentasi Terkait
- Bahan Baku & Resep, mencatat bahan dan takaran
- HPP Manual, metode sederhana sebagai titik awal
- HPP FIFO, metode akurat berbasis urutan pembelian
- Laporan HPP, Margin & Mutasi, melihat rekap modal dan laba
Cara kerja FIFO
FIFO memakai asumsi sederhana, yaitu bahan yang masuk lebih dulu akan dipakai lebih dulu. Asumsi ini wajar untuk bahan yang mudah rusak atau punya masa simpan.
Ilustrasi sederhana
| Pembelian | Tanggal | Jumlah | Harga per kg |
|---|---|---|---|
| Pembelian 1 | 1 Juli | 10 kg | Rp13.000 |
| Pembelian 2 | 10 Juli | 10 kg | Rp14.000 |
| Pembelian 3 | 20 Juli | 10 kg | Rp15.000 |
Cara pemakaian bahan
| Urutan pemakaian | Diambil dari | Memakai harga |
|---|---|---|
| Pemakaian pertama | Pembelian 1 | Rp13.000 per kg |
| Setelah pembelian 1 habis | Pembelian 2 | Rp14.000 per kg |
| Setelah pembelian 2 habis | Pembelian 3 | Rp15.000 per kg |
Studi kasus: Sebuah kedai membeli beras tiga kali dengan harga berbeda karena pasokan naik. Saat memasak, bahan yang tertua dipakai lebih dulu. HPP menunya mengikuti harga beras tertua yang masih tersisa. Dengan cara ini, modal yang tercatat mencerminkan apa yang benar-benar keluar dari dapur.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Bahan mudah rusak, seperti sayur dan daging, harus dipakai sesuai urutan masuk.
- Bahan dengan harga naik, membuat modal lebih realistis.
- Bahan dengan harga turun, menghindari kerugian tersembunyi.
Mencatat pembelian dengan rapi
FIFO hanya seakurat catatan pembelian Anda. Setiap pembelian harus tercatat lengkap.
Yang wajib ada di tiap catatan pembelian
| Data | Kenapa penting |
|---|---|
| Tanggal pembelian | Menentukan urutan pemakaian |
| Jumlah | Menentukan berapa lama stok bertahan |
| Harga satuan | Menentukan HPP saat bahan dipakai |
| Supplier | Memudahkan penelusuran bila ada masalah |
| Total bayar | Untuk pencocokan dengan catatan keuangan |
Contoh catatan yang lengkap
| Data | Isi |
|---|---|
| Bahan | Beras Premium |
| Tanggal | 20 Juli 2026 |
| Jumlah | 10 kg |
| Harga Satuan | 15000 |
| Supplier | Toko Sembako Jaya |
| Total | 150000 |
Studi kasus: Pak Slamet terbiasa mencatat setiap pembelian di Barang Masuk begitu barang tiba. Karena tanggal dan harganya lengkap, sistem bisa menentukan harga mana yang harus dipakai saat bahan dipakai. Catatan yang konsisten membuat HPP-nya selalu akurat.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Pembelian harian, dicatat tiap pagi setelah belanja pasar.
- Pembelian bulanan, untuk bahan yang tahan lama.
- Pembelian mendadak, dicatat meski hanya sedikit.
Bedanya FIFO dengan metode lain
FIFO lebih akurat, tetapi menuntut catatan yang lebih rapi. Pahami bedanya sebelum memilih.
Perbandingan metode
| Aspek | HPP Manual | HPP Resep | HPP FIFO |
|---|---|---|---|
| Akurasi | Rendah | Sedang sampai tinggi | Tinggi |
| Kerapian catatan dibutuhkan | Sedikit | Sedang | Tinggi |
| Menyesuaikan harga otomatis | Tidak | Ya, dari harga bahan | Ya, dari urutan pembelian |
| Cocok untuk | Menu sedikit | Menu terstandar | Stok berputar, harga fluktuatif |
| Kelebihan | Cepat dimulai | Akurat tanpa hitung manual | Paling mendekati kenyataan |
| Kekurangan | Perlu diperbarui manual | Bergantung ketelitian takaran | Bergantung ketelitian catatan |
Studi kasus: Bu Rina membandingkan hasil kedua metode. Dengan HPP Resep, modalnya mengikuti harga bahan terbaru. Dengan FIFO, modalnya mengikuti urutan pembelian. Karena harga beras terus naik, FIFO membuat modalnya sedikit lebih rendah di awal, karena masih memakai harga pembelian lama. Ia memilih FIFO karena lebih mendekati kenyataan stoknya.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Outlet kecil, cukup HPP Manual atau Resep.
- Outlet dengan bahan mahal, FIFO lebih aman.
- Outlet dengan stok cepat berputar, FIFO paling cocok.
Menjaga stok agar urutan tetap benar
FIFO mengandalkan asumsi bahwa bahan lama dipakai lebih dulu. Di lapangan, ini perlu disiplin.
Kebiasaan yang mendukung FIFO
| Kebiasaan | Manfaat |
|---|---|
| Tata barang lama di depan | Bahan lama terpakai lebih dulu |
| Beri label tanggal | Staf tahu mana yang harus dipakai |
| Periksa stok rutin | Bahan kedaluwarsa cepat terdeteksi |
| Catat pembelian segera | Urutan tidak terlewat |
| Hindari menumpuk stok | Bahan tidak menua di gudang |
Studi kasus: Dapur Gerai Seblak menerapkan aturan sederhana. Setiap bahan yang baru datang diletakkan di belakang rak, bukan di depan. Dengan begitu, bahan lama tetap terpakai lebih dulu. Kebiasaan kecil ini membuat perhitungan FIFO cocok dengan kenyataan di dapur.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Label tanggal masuk, ditempel di wadah bahan.
- Rak berputar, bahan lama selalu di depan.
- Pemeriksaan mingguan, membuang bahan yang hampir rusak.
Membaca nilai stok FIFO
Selain HPP, FIFO juga memberi gambaran nilai stok Anda saat ini.
Angka yang perlu dipantau
| Angka | Artinya |
|---|---|
| Nilai Stok | Total modal bahan yang masih tersimpan |
| Stok Tersisa | Jumlah tiap bahan saat ini |
| HPP Terpakai | Modal bahan yang sudah dipakai menu terjual |
| Selisih Stok | Perbedaan antara catatan dan kenyataan fisik |
Studi kasus: Setelah sebulan memakai FIFO, Bu Rina melihat nilai stoknya lumayan besar karena ia menumpuk bahan. Ia memutuskan mengurangi jumlah pembelian per periode supaya modal tidak terlalu banyak terikat di gudang. Keputusan ini ia ambil karena angka nilai stok membuka matanya.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Hindari stok mati, bahan yang lama tidak terpakai.
- Atur waktu belanja, menyesuaikan dengan nilai stok saat ini.
- Bandingkan antar periode, melihat apakah stok menumpuk.
Kapan FIFO tidak cocok
FIFO bukan pilihan untuk semua outlet. Ada situasi di mana metode lain lebih praktis.
Situasi yang membuat FIFO kurang cocok
| Situasi | Alasan |
|---|---|
| Catatan pembelian jarang | Urutan tidak bisa dilacak |
| Bahan langsung habis | Tidak ada sisa dari pembelian lama |
| Menu sedikit | Manfaat FIFO tidak sebanding usaha |
| Tidak ada stok bahan | Outlet tanpa inventori |
Studi kasus: Sebuah warung yang membeli bahan setiap hari dan langsung habis tidak merasakan manfaat FIFO. Karena tidak pernah ada sisa dari pembelian lama, HPP Resep sudah cukup akurat. Warung itu memilih tetap di HPP Resep agar tidak menambah pekerjaan tanpa manfaat.
Contoh lain yang bisa dibuat:
- Kedai yang belanja harian, tidak perlu FIFO.
- Outlet tanpa gudang, bahan langsung dipakai.
- Menu tunggal, lebih mudah memakai metode manual.
Tips & Peringatan
Tips: catat pembelian tepat saat barang tiba. Menunda pencatatan membuat urutan FIFO keliru.
Tips: beri label tanggal pada wadah bahan di dapur, agar staf memakai yang lama lebih dulu.
Tips: periksa nilai stok secara berkala. Nilai yang terlalu besar bisa jadi tanda stok menumpuk.
Catatan: FIFO tidak mengubah transaksi yang sudah terjadi. Metode ini hanya memengaruhi perhitungan modal ke depan.
Peringatan: FIFO hanya akurat bila catatan pembelian lengkap. Satu pembelian yang terlewat bisa membuat HPP semua sisa stok keliru.
Peringatan: jangan memakai FIFO bila dapur tidak disiplin memakai bahan sesuai urutan. Perhitungan bisa jauh dari kenyataan.
Ringkasan Alur
| Ingin melakukan | Langkah |
|---|---|
| Menyiapkan FIFO | Catat semua bahan dan setiap pembelian |
| Mencatat pembelian | Barang Masuk → isi tanggal, jumlah, harga |
| Melihat urutan bahan | Periksa daftar pembelian per bahan |
| Membaca HPP | Buka laporan, lihat modal per produk |
| Menjaga akurasi | Disiplin memakai bahan lama lebih dulu |
| Memantau nilai stok | Periksa laporan mutasi secara berkala |
Dokumentasi Terkait
- Mengenal Inventori & 3 Cara Hitung HPP, perbandingan tiga metode
- HPP Resep Bahan Baku, metode berbasis resep
- Barang Masuk & Supplier, mencatat setiap pembelian
- Laporan HPP, Margin & Mutasi, memantau nilai stok dan mutasi